Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Senin, 15 Agustus 2011

Mensos Dampingi Anak Yatim Belanja Bareng


Mall atau pusat perbelanjaan gemerlap lainnya selama ini seperti “asing” dimata anak yatim. Maklum, kondisi ekonomi terbatas membuat mereka harus menahan keinginan berbelanja disana. Tapi bersama Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, hasrat itu bukan mimpi lagi.

Menteri Sosial DR Salim Segaf Al Jufri MA bersama Fadli (Vokalis PADI) dan Yana Julio akan menyertai sejumlah anak yatim dan dhuafa belanja kebutuhan lebaran, Minggu (14/8/2011) di Jakarta. Acara yang digagas oleh lembaga kemanusiaan nasional PKPU bekerjasama dengan Lintasarta Indonesia, Telkom Indonesia, Carrefour Indonesia dan sejumlah lembaga dan perusahaan lainnya menghadirkan 400 anak yatim.

Acara bertajuk “Belanja Bareng Yatim” ini akan dilaksanakan di Gerai Carrefour Cempaka Putih, Jl Jend A Yani No. 83, Jakarta Pusat mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Selain Mensos, Fadli, Yana Julio, Meyda ‘Husna’ Safira (Carrefour Lebak Bulus) dan Cheche Kirani (Carrefour Bintaro), turut hadir dalam acara tersebut Chairul Tanjung, Presiden Komisaris PT Carrefour Indonesia, DRHidayat Nurwahid MA, Penasehat PKPU, Mr Frits Seegers, CEO Para Group, Wishnutama, Presiden Direktur Trans TV, Atiek Nur Wahyun, Direktur Trans 7, Kuswanto, Chief of Property Officer PT Carrefour Indonesia, Adji Srihandoyo, Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia.

Selain itu, hadir pula Samsriyono Nugroho selaku President Director PT Aplikanusa Lintasarta, Senior General Manager CDC Telkom, R. Gatot Rustamadji, Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno, Aep Sunarya, Manager CDC Area Jabotabek dan Banten, Deputi Dirut PKPU Sri Adi Bramasetia, Direktur Penghimpunan PKPU Wildhan Dewayana, dengan MC Dinna Sabriani.

Pada kesempatan tersebut pihak donatur akan memberikan voucher belanja kepada 400 anak yatim dan dhuafa, yang penyerahannya kepada anak yatim dilakukan oleh Mensos didampingi oleh Dirjen Pelayanan Rehabilitasi Sosial Ma'mur Sanusi PhD dan Dirut PKPU secara simbolis. 

Ketua Pelaksana Program Belanja Bareng Yatim PKPU, Jumadi Kurniawan mengatakan, program BBY adalah program penyaluran santunan langsung PKPU berjalan sejak tiga tahun lalu. Program ini didanai oleh dana dari para donatar PKPU baik yang berasal dari individu ataupun perusahaan. “Di pusat sendiri akan diikuti sebanyak 1600 anak yatim di delapan titik. Untuk itu PKPU bekerja sama dengan 40 yayasan,” ungkap Jumadi.

Jumadi menjelaskan, melalui program ini setiap anak yatim dan dhuafa dipersilakan memilih barang belanjaan yang disukai dan dibutuhkan. Sementara itu, untuk memudahkan anak-anak yatim bertransaksi di kasir, pihak Carrefour rencananya membuka sebanyak 6 kasir khusus bagi mereka.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno mengatakan, merupakan kebahagiaan tersendiri dapat berbagi dan membahagiakan anak yatim dan dhuafa saat lebaran nanti. “Dengan cara ini kita berharap mereka dapat merasakan kebahagiaan sebagaimana dirasakan anak-anak lainnya yang masih memiliki orang tua dan berkecukupan,” kata Agung.

Agung mengajak berbagai pihak untuk memperhatikan nasib anak yatim dan dhuafa. Apalagi dalam momen-momen menjelang Idul Fitri seperti ini. “Jangan biarkan ada anak yatim dan dhuafa kelaparan karena tidak memiliki makanan,” kata Agung Notowiguno.

Agung juga mengatakan kegiatan Belanja Bareng Yatim tersebut merupakan kegiatan secara nasional PKPU dan serentak dilaksanakan di kota besar di Indonesia. “Direncanakan akan memecahkan rekor MURI dan diikuti sebanyak 3.333 anak yatim seluruh Indonesia dan diliput melalui live streaming di PKPU.Tv (http://pkpu.tv/bby/),” ungkap Agung Notowiguno.

Untuk itu, Agung mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kesadaran dengan membayarkan zakat. “Sebaiknya disalurkan melalui lembaga amil zakat daripada langsung sehingga lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkas Agung.

Di lokasi berbeda, President Director PT Aplikanusa Lintasarta Samsriyono Nugroho menyampaikan, “Lintasarta sangat mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan oleh PKPU. Dengan membantu 500 anak yang tersebar di kantor perwakilan Lintasarta antara lain Medan, Bandung, Surabaya dan tentunya di Jakarta, kami berharap anak-anak bisa dengan ceria dan bahagia dalam menjalankan kegiatan ini. Program Berbagi Ceria Bersama Anak Yatim dan Dhuafa ini, kami harapkan memberikan dampak yang positif buat mereka, sehingga mereka dapat memilih barang belanjaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.”

“Kami berharap program ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi para anak yatim dan kami berharap kerjasama dengan PKPU bisa dikembangkan ke sektor lain. Carrefour yang selama ini menyediakan pasar bagi produk hasil UKM di Indonesia, mempunyai harapan bahwa UKM binaan PKPU dapat berkembang bersama kami,” ujar Hendrik Adrianto, Head of External Communication and Corporate Social Responsibility PT Carrefour Indonesia.

Lokasi Pelaksanaan di 24 Titik bersamaan se-Indonesia: 

1. Jakarta Pusat à Carrefour Cempaka Putih
2. Jakarta Selatan 1 à Carrefour MT Haryono
3. Jakarta Selatan 2 à Carrefour Lebak Bulus
4. Jakarta Selatan 3 à Carrefour Blok M Square
5. Bekasi à Giant Hyper Mall Bekasi
6. Depok à Carrefour ITC Depok
7. Tangerang à Carrefour Bintaro
8. Tangerang Selatan à Carrefour Ciputat
9. Yogyakarta à Carrefour Maguwoharjo
10. Padang à Ramayana Plaza Andalas Jl Pemuda
11. Bandung à Paris Van Java Mall
12. Aceh à Pante Perak Pasaraya
13. Surabaya à Carrefour Dukuh Kupang No. 126 Surabaya 60225
14. Medan à Carrefour Plaza Medan Fair Jl Gatot Subroto 
15. Semarang à Carrefour Srondol Semarang
16. Kudus à Ramayana Simpang Tujuh
17. Tegal à Pasific Mall
18. Purwokerto à Moro Grosir dan Ritel Purwokerto
19. Boyolali à Luwes Swalayan
20. Karanganyar à Hipermareket Jl Ahmad Sni 308 Surakarta
21. Bengkulu à Hypermart Bengkulu Indah Mall
22. Makassar à Carrefour Panakukang
23. Balikpapan à Hypermart Balikpapan
24. Bukittinggi àRamayana Plaza Bukittinggi

*sumber : islamedia.web.id

Selasa, 09 Agustus 2011

Selasa, 09 Agustus 2011

Tiga “Bid’ah” Umar bin Al-Khaththab

Pada suatu malam, Khalifah Umar bin Al-Khaththab – radhiyallahu ‘anhu – keluar dari rumahnya menuju Masjid Nabawi. Beliau mendapati berbagai macam orang yang melakukan qiyam Ramadhan :

- Ada yang melakukan qiyam sendirian,

- Ada yang melakukannya berduaan,

- Ada yang melakukannya dalam kelompok yang lebih besar dari itu.

Melihat keadaan yang demikian, maka amirul mukminin Umar – radhiyallahu ‘anhu – lalu menginstruksikan tiga hal:

1. Agar semua yang melakukan qiyam dalam banyak jamaah itu disatukan dalam satu jamaah dengan satu imam, dan ditunjuklah Ubay bin Ka’ab – radhiyallahu ‘anhu – sebagai imam, sebab beliau lah yang telah mendapatkan licence dari Rasulullah SAW sebagai Aqraukum, umat nabi yang paling bagus Qur’annya.

2. Memajukan waktu pelaksanaannya menjadi setelah shalat Isya’, di mana biasanya, dilakukan setelah tengah malam atau pada sepertiga malam yang terakhir.

3. Memperpendek tempo waktu pada setiap rakaatnya, di mana pada sebelumnya, tempo waktu rakaat sangat lama, atau istilahnya: “jangan tanyakan lama dan bagusnya”, karena memang luamma dan buagus.

Sebagai kompensasi atas “pemendekan” tempo waktu rakaat , maka jumlah rakaat-nya diperbanyak.

Terkait dengan 3 hal ini, amirul mukminin Umar bin Khaththab – radhiyallahu ‘anhu – berkata: “ni’mal bid’atu hadzihi” sebaik-baik bid’ah adalah hal ini.


*sember : dakwatuna.com

Minggu, 31 Juli 2011

Minggu, 31 Juli 2011

Kumpulan Kultum Ramadhan Ustadz Hatta Syamsudin

Ramadhan 1432 telah tiba, berikut kumpulan E book kumpulan ceramah dan kultum ramadhan yang singkat dan praktis, yang disusun oleh Ustadz Hatta Syamsudin.

Selamat menjalankan Ibadah Ramadhan, semoga Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.
 
Untuk download silahkan klik link berikut :


*sumber : islamedia.web.id

Senin, 25 Juli 2011

Senin, 25 Juli 2011

10 Langkah Bersiap Menyambut Ramadhan

Bulan Sya’ban sebentar lagi kita akhiri. Kini, bulan Ramadhan segera datang menghampiri. Terkait dengan ketiga bulan mulia ini, Rasulullah saw. secara khusus memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT:

«اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَ حَصِّلْ مَقَاصِدَنَا»

Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan; dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami (HR Ahmad).

Ibarat samudera, Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya.

Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.

Sebagai seorang Muslim yang cerdas, kita perlu strategi juga dalam beramal. Dengan tujuan agar mendapatkan nilai ibadah dan ilmu yang maksimal di bulan Ramadhan. Disini akan diungkap 10 langkah dalam menyambutnya.

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan. Bisa jadi diantara kita mendapat peran dalam dakwah misalkan :- Buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.- Membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Semoga kita bisa menjadikan Ramadhan kedepan sebagai yang terbaik selama hidup. InsyaAllah :)

*sumber : percikaniman.org

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates